Vitamin K1 vs Vitamin K2: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Penting?
Vitamin K sering kali kalah populer dibandingkan vitamin D, vitamin C, atau vitamin B kompleks. Padahal, vitamin ini memiliki peran penting dalam tubuh, mulai dari membantu proses pembekuan darah hingga menjaga kesehatan tulang dan pembuluh darah.
Menariknya, vitamin K tidak hanya terdiri dari satu jenis. Dua bentuk yang paling banyak ditemukan adalah vitamin K1 (phylloquinone) dan vitamin K2 (menaquinone). Meski sama-sama termasuk keluarga vitamin K, keduanya memiliki sumber makanan, cara kerja, dan manfaat yang sedikit berbeda.
Apa Itu Vitamin K?
Vitamin K adalah vitamin larut lemak yang dibutuhkan tubuh untuk mengaktifkan berbagai protein penting. Awalnya vitamin ini dikenal karena perannya dalam proses pembekuan darah, tetapi penelitian selama beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa vitamin K juga berkontribusi pada kesehatan tulang, pembuluh darah, dan metabolisme kalsium.
Secara umum, vitamin K terbagi menjadi:
-
Vitamin K1 (phylloquinone): terutama berasal dari tumbuhan.
-
Vitamin K2 (menaquinone): ditemukan pada makanan fermentasi, produk hewani tertentu, dan sebagian diproduksi oleh bakteri usus. [1]
Vitamin K1: Fokus pada Pembekuan Darah
Vitamin K1 merupakan bentuk vitamin K yang paling banyak dikonsumsi manusia dan menyumbang sebagian besar asupan vitamin K dari makanan sehari-hari. Sumber utamanya adalah sayuran hijau seperti bayam, kale, brokoli, sawi hijau, dan kubis. [1]
Fungsi utama vitamin K1 adalah membantu hati memproduksi protein yang diperlukan untuk proses pembekuan darah normal. Tanpa asupan vitamin K yang cukup, tubuh akan lebih sulit menghentikan perdarahan saat terjadi luka. Selain itu, vitamin K1 juga berkontribusi terhadap kesehatan tulang dan sistem kardiovaskular, meskipun efek ini lebih sering dikaitkan dengan vitamin K2. [2]
Sumber Makanan Vitamin K1
Beberapa makanan yang kaya vitamin K1 antara lain:
-
Kale
-
Bayam
-
Brokoli
-
Brussels sprouts
-
Sawi hijau
-
Selada
-
Minyak kedelai dan minyak kanola [3]
Vitamin K2: Penting untuk Tulang dan Metabolisme Kalsium
Vitamin K2 terdiri dari beberapa subtipe yang dikenal sebagai menaquinone (MK), seperti MK-4 dan MK-7. Bentuk ini banyak ditemukan pada makanan fermentasi dan produk hewani tertentu. [1]
Yang membuat vitamin K2 menarik adalah kemampuannya mengaktifkan protein yang terlibat dalam pengaturan distribusi kalsium di dalam tubuh. Dua protein yang paling sering dibahas adalah:
-
Osteocalcin, yang membantu mengikat kalsium ke jaringan tulang. [4]
-
Matrix Gla Protein (MGP), yang berperan menghambat penumpukan kalsium pada pembuluh darah. [5]
Karena alasan tersebut, vitamin K2 sering dikaitkan dengan kesehatan tulang dan pembuluh darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin K2 yang memadai dapat mendukung kepadatan tulang dan membantu mengurangi risiko kalsifikasi vaskular, meskipun penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan. [6]
Sumber Makanan Vitamin K2
Vitamin K2 dapat ditemukan pada:
-
Natto (kedelai fermentasi Jepang)
-
Keju fermentasi
-
Kuning telur
-
Daging ayam
-
Hati dan organ hewani tertentu
-
Produk susu fermentasi [3]

Vitamin K1 banyak ditemukan pada sayuran hijau, sementara vitamin K2 terutama terdapat pada natto, keju, dan beberapa produk hewani.
Sumber gambar: Yasuda et al., International Journal of Molecular Sciences (2019)
Apakah Kita Membutuhkan Keduanya?
Vitamin K1 dan K2 bukanlah pesaing, melainkan saling melengkapi.
Vitamin K1 sangat penting untuk menjaga proses pembekuan darah yang normal, sedangkan vitamin K2 memiliki peran yang lebih menonjol dalam mendukung kesehatan tulang dan membantu regulasi kalsium di dalam tubuh. Karena sumber makanannya berbeda, mengonsumsi berbagai jenis makanan bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan kedua bentuk vitamin K tersebut. [6]
Kesimpulan
Vitamin K1 dan K2 memiliki fungsi yang berbeda tetapi sama-sama penting bagi kesehatan. Vitamin K1 berperan utama dalam proses pembekuan darah dan banyak ditemukan pada sayuran hijau. Sementara itu, vitamin K2 lebih dikenal karena perannya dalam metabolisme kalsium, kesehatan tulang, dan kesehatan pembuluh darah, dengan sumber utama berasal dari makanan fermentasi dan produk hewani tertentu.
Untuk mendapatkan manfaat optimal, fokuslah pada pola makan yang beragam dengan mengonsumsi sayuran hijau, produk fermentasi, serta sumber protein hewani berkualitas. Jika sedang mengonsumsisi obat pengencer darah, konsultasikan terlebih dahulu dengan enaga kesehatan jika mempertimbangkan penggunaaan suplemen vitamin K. [1]
Referensi:
[1] Linus Pauling Institute, Oregon State University. Vitamin K. Corvallis (OR): Linus Pauling Institute; [cited 2026 Jun 17]. Available from: https://lpi.oregonstate.edu/mic/vitamins/vitamin-K
[2] The Vitamin Shoppe. Vitamin K1 vs K2: What's the Difference? [Internet]. [cited 2026 Jun 17]. Available from: https://www.vitaminshoppe.com/blog/vitamin-k1-and-k2/
[3] Gunnars K. Vitamin K1 vs K2: What's the Difference? Healthline [Internet]. [cited 2026 Jun 17]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-k1-vs-k2
[4] SuperSmart. What are the Differences Between Vitamins K1 and K2? [Internet]. [cited 2026 Jun 17]. Available from: https://www.supersmart.com/en/blog/cardiovascular/what-are-the-differences-between-vitamins-k1-k2-s188
[5] Xu J, Zhang Y, Wang X, et al. Vitamin K supplementation and vascular calcification: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Front Nutr. 2023;10:1115069. doi:10.3389/fnut.2023.1115069. Available from: https://www.frontiersin.org/journals/nutrition/articles/10.3389/fnut.2023.1115069/full
[6] Schwalfenberg GK. Vitamins K1 and K2: The Emerging Group of Vitamins Required for Human Health. J Nutr Metab. 2017;2017:6254836. doi:10.1155/2017/6254836. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5494092/
Sumber gambar:
Yasuda K, Nakanishi K, Tsutsui H. Vitamin K-Dependent Proteins and the Role of Vitamin K2 in the Modulation of Vascular Calcification: A Review. Int J Mol Sci. 2019;20(4):896. doi:10.3390/ijms20040896. Available from: https://www.mdpi.com/1422-0067/20/4/896
