Semakin Banyak Lansia Rajin ke Gym, Ini Alasannya Baik untuk Kesehatan
Saat ini gym merupakan salah satu olahraga yang banyak diminati oleh anak muda maupun orang berusia dewasa. Dulu, gym sering dianggap sebagai tempat olahraga bagi anak muda atau mereka yang ingin membentuk tubuh. Namun tren tersebut mulai berubah. Belakangan ini banyak orang berusia 60 tahun ke atas yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Perubahan ini bukan tanpa alasan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga kualitas hidup, mengurangi risiko penyakit kronis, serta mempertahankan kemampuan tubuh untuk tetap mandiri di usia lanjut.
Bahkan, menjaga tubuh tetap aktif kini lebih dipandang sebagai investasi untuk memperpanjang healthspan, yaitu jumlah tahun seseorang dapat hidup dengan kondisi sehat dan tetap mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Mengapa Semakin Banyak Lansia Memilih Berolahraga?
Generasi lansia saat ini memiliki akses informasi kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka memahami bahwa bertambahnya usia bukan berarti harus berhenti bergerak.
Beberapa faktor yang membuat olahraga semakin diminati oleh lansia antara lain:
-
Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung dan otak.
-
Banyaknya kelas olahraga yang ramah untuk segala usia.
-
Meningkatnya popularitas latihan kekuatan (strength training).
-
Media sosial yang menunjukkan banyak orang berusia 60, 70, bahkan 80 tahun tetap aktif berolahraga.
Kini tujuan olahraga bukan lagi sekadar memiliki tubuh ideal, tetapi agar tetap sehat, kuat, dan mandiri selama mungkin.
Manfaat Gym bagi Lansia
1. Menjaga Kesehatan Jantung
Latihan aerobik seperti berjalan di treadmill, bersepeda statis, atau berenang membantu memperkuat kerja jantung dan paru-paru.
Aktivitas fisik secara rutin terbukti membantu:
-
menjaga tekanan darah
-
meningkatkan sirkulasi darah
-
menurunkan risiko penyakit jantung
-
mengurangi risiko stroke
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan orang dewasa berusia di atas 65 tahun tetap aktif secara fisik setiap minggu untuk memperoleh manfaat kesehatan tersebut.
2. Membantu Menjaga Fungsi Otak
Olahraga tidak hanya baik untuk tubuh, tetapi juga untuk otak.
Saat berolahraga, aliran darah menuju otak meningkat sehingga membantu menjaga fungsi kognitif seperti:
-
daya ingat
-
konsentrasi
-
kemampuan berpikir
-
kecepatan memproses informasi
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang rutin berolahraga memiliki risiko lebih rendah mengalami penurunan fungsi kognitif maupun demensia.
3. Mempertahankan Massa Otot
Seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami kehilangan massa otot atau dikenal sebagai sarcopenia.
Apabila tidak diimbangi latihan kekuatan, kondisi ini dapat menyebabkan:
-
tubuh lebih lemah
-
keseimbangan menurun
-
lebih mudah jatuh
-
aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit
Karena itu, latihan beban ringan atau resistance training sangat dianjurkan bagi lansia untuk membantu mempertahankan kekuatan otot.
4. Menjaga Kepadatan Tulang
Selain otot, kepadatan tulang juga terus menurun seiring bertambahnya usia, terutama pada wanita setelah menopause.
Latihan yang mengombinasikan:
-
latihan beban
-
latihan keseimbangan
-
latihan aerobik
dapat membantu mempertahankan kepadatan tulang sehingga risiko osteoporosis dan patah tulang menjadi lebih rendah.
5. Membantu Tetap Mandiri
Tujuan terbesar dari olahraga pada usia lanjut sebenarnya bukan untuk memiliki tubuh atletis, melainkan agar tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari tanpa bergantung pada orang lain.
Kekuatan otot, keseimbangan tubuh, serta daya tahan yang baik akan membantu lansia tetap mampu:
-
berjalan sendiri
-
naik turun tangga
-
membawa belanjaan
-
melakukan pekerjaan rumah
-
menikmati aktivitas bersama keluarga
Tips Agar Rutin Berolahraga di Usia Lanjut
Konsistensi sering menjadi tantangan terbesar. Berikut beberapa cara agar olahraga menjadi kebiasaan.
Mulai dari latihan yang disukai
Tidak semua orang harus mengangkat beban berat. Jalan cepat, yoga, pilates, bersepeda statis, hingga kelas senam lansia bisa menjadi pilihan.

Ikut kelas bersama teman
Berolahraga bersama membuat aktivitas terasa lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan motivasi.

Jangan ragu meminta bantuan instruktur
Jika belum terbiasa menggunakan alat gym, mintalah panduan dari pelatih agar latihan lebih aman dan efektif.

Tingkatkan intensitas secara bertahap
Tidak perlu memaksakan diri. Mulailah sesuai kemampuan tubuh, kemudian tingkatkan intensitas secara perlahan.

Nutrisi dan Suplemen yang Dapat Mendukung Lansia Aktif
Selain pola makan bergizi, beberapa nutrisi berikut dapat membantu mendukung aktivitas fisik pada usia lanjut.
Vitamin D
Vitamin D membantu menjaga kesehatan tulang, fungsi otot, serta mendukung performa fisik pada lansia, terutama bila kadar Vitamin D dalam tubuh rendah.
Kalsium
Kalsium merupakan mineral utama pembentuk tulang. Asupan yang cukup penting untuk membantu mengurangi risiko osteoporosis.
Vitamin B12
Penyerapan vitamin B12 cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Padahal vitamin B12 ini berperan dalam pembentukan sel darah merah, fungsi saraf, dan produksi energi.
Omega-3
Asam lemak omega-3 mendukung kesehatan jantung, fungsi otak, serta membantu proses pemulihan otot setelah berolahraga.
Magnesium
Magnesium berperan dalam kontraksi otot, fungsi saraf, dan produksi energi. Kecukupan Magnesium juga dapat membantu menjaga kekuatan otot.
Creatine
Creatine semakin banyak diteliti pada kelompok usia lanjut karena dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan performa latihan kekuatan ketika dikombinasikan dengan resistance training.
Catatan: Suplemen bukan pengganti pola makan sehat. Jika memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat resep, konsultasikan dengan dokter sebelum mulai menggunakan suplemen.
Kesimpulan
Usia bukanlah alasan untuk berhenti aktif. Justru semakin bertambah usia, olahraga menjadi salah satu investasi terbaik untuk menjaga kualitas hidup.
Rutin berolahraga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan fungsi otak, mempertahankan massa otot, memperkuat tulang, hingga membantu lansia tetap mandiri menjalani aktivitas sehari-hari.
Mulailah dengan latihan yang sesuai kemampuan, lakukan secara konsisten, dan dukung dengan pola makan bergizi serta asupan nutrisi yang tepat agar tubuh tetap sehat dan aktif di usia lanjut.
Inspired by
The Vitamin Shoppe. More Older Adults Are Hitting The Gym—A Big Deal For Healthy Aging. August 11, 2025.
https://www.vitaminshoppe.com/blog/older-adults-hitting-the-gym/
Referensi
-
World Health Organization. Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. 2020. https://www.who.int/publications/i/item/9789240015128
-
American College of Sports Medicine. ACSM Position Stand: Exercise and Physical Activity for Older Adults.Medicine & Science in Sports & Exercise. 2019.
-
National Institute on Aging. Exercise and Physical Activity for Older Adults. https://www.nia.nih.gov/health/exercise-and-physical-activity
-
Dent E, et al. International Clinical Practice Guidelines for Sarcopenia. Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle. 2022.
-
Bischoff-Ferrari HA, et al. Vitamin D supplementation and physical function in older adults: systematic evidence review. 2022.
